Berhubung ane mau mudik besok dan gak bisa posting pas 20 september(Idul Fitri 1430 H versi pemerintah), maka kesempatan ini saya ingin mengucapkan........
Sumber gambar Masjid
Berhubung ane mau mudik besok dan gak bisa posting pas 20 september(Idul Fitri 1430 H versi pemerintah), maka kesempatan ini saya ingin mengucapkan........
Pluralisme? Keanekaragaman.Makna dari pluralisme tadi Tidaklah salah,tapi saat kudengar kata itu aku berpikir sembari merenung ”Apakah pluralisme itu hanya terbatas pada ruang lingkup budaya dan keanekaragaman bahasa seperti yang ada di
Kenyataan yang ada saat ini masih ada jurang pluralisme antara Si Kaya dan Si Miskin dan Si Pintar dan Si Bodoh. Paling tidak Pluralisme negatif itu yang sempat saya lihat. Jurang antara Si Kaya dan Si Miskin mungkin sudah sering dibahas dalam berbagai tulisan dan penelitian tentang kemasyarakatan,karena itu jurang antara Si Pintar dan Si Bodoh inilah yang ingin saya sampaikan.
Dimanakah jurang Marginalisasi Si Bodoh oleh Si Pintar terjadi ? Sekolah.Lebih spesifik lagi di ruang kelas.Praktik Marginalisasi seperti ini sering kita anggap sebagai kompetisi yang sehat dan wajar untuk meraih prestasi yang baik,Benar! Tapi dalam taraf yang ekstrim,marjinalisasi ini sudah masuk ke ranah pembunuhan karakter Si Bodoh oleh Si Pintar.Entah itu melalui pengucilan Si Bodoh hingga ia menjadi anti-sosial atau dengan menjadikan Si Bodoh bahan olok-olok temannya hingga membuat Si Bodoh menjadi murung dan sedih.Terlihat hiperbolis memang,tapi itulah kenyataannya.Hal-hal yang saya sebutkan diatas itu adalah kejadian yang saya saksikan dan terjadi saat saya masih di bangku Sekolah Dasar.
Fakta yang nyata dan tidak menutup celah bahwa hal itu juga terjadi pada generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Apakah ini suatu gambaran bahwa generasi yang ada sekarang adalah generasi yang lebih mengedepankan nalar dan logika dibanding hati nurani dan ketaatannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa ? Semoga saja itu tidak terjadi pada generasi penerus bangsa
Dengan demikian 1 poin tambahan alat ukur Nasionalisme kebangsaan adalah toleransi pluralisme.Dua hal ini amat sulit dipisahkan antara Nasionalisme dan Pluralisme.Pluralisme pun bukanlah aplikasi yang hanya dilakukan pada lingkup ragam agama,budaya,dan asal daerah saja.Tapi juga bentuk toleransi yang lingkupnya lebih kecil,dalam persahabatan misalnya.Walau lingkupnya kecil namun inilah awal dan dasar melaksanakan sikap toleransi yang baik dan konsisten.
Semoga saja inilah awal bagi semua elemen masyarakat untuk memaknai Pluralisme Kebangsaan tidak hanya dari suatu hal yang besar,tapi juga dari hal-hal yang lebih kecil di kehidupan kita yang kadang sering kita remehkan.
Setelah pemilu legislatif berakhir,kini Pemilu Presiden(pilpres) menanti.Wajarlah klo media massa sekarang ini banyak memberitakan capres-cawapres ini dan itu.Saya pribadi lumayan "melek" soal dinamika politik bangsa ini ,apalagi di pilpres ini.Maklum pas pemilu legislatif kemarin saya ga nyoblos.Bukan karena Golput,tapi karena saya adalah salah satu korban dari "Problematika Daftar pemilih Tetap (DPT)".Jadinya pilpres pun jadi kesempatan terakhir saya untuk milih.
Tapi yang ingin saya bahas adalah manuver politik yang unik dari "beberapa" Capres"(tepatnya,seorang capres sihh!). Ada seorang calon presiden yang sengaja menjadikan website sebagai sarana menjaring dukungan.Dan orang itu adalah bapak Susilo Bambang Yudhoyono(SBY).Saat saya sedang browsing di vivanews,ada iklan yang bertuliskan "one vote for one nation"dengan gambar pak SBY di pojok banner itu. Dan itu adalah banner website dukungan kepada pak SBY sebagai capres.
Situs yang beralamat di sbypresidenku.com itu berisi komentar,dan juga media untuk mendukung usaha beliau menjadi Capres kembali. Gambar di atas pun saya dapatkan dari website ini.
Bagi saya pribadi,ini adalah hal yg menarik maklum,disaat capres yg lain masih bingung dengan siapa cawapresnya,pak SBY sudah melakukan 'start' lebih dulu.Saya sendiri bukannya melakukan kampanye untuk beliau di posting kali ini.Tapi bagi saya,hal ini adalah hal yang unik dan pantas dibicarakan.Saya doakan bangsa ini dapat pemimpin yang terbaik di pilpres nanti,Amin.INGAT 8 JULI 2009,Pilpres! JANGAN GOLPUT!
Yap!Judul yg panjang dan mengagetkan tentunya.Mengapa tidak? sebab saya sendiri kaget mendengarnya!awalnya saya mengetahui kabar yg membanggakan dan membuat kaget ini saat saya berada di mobil,dihari kamis pagi tanggal 29 januari.Dari siaran BBC Indonesia yg di-relay oleh Elshinta.Begitu saya mendengar sari berita BBC indon itu,saya amat senang bukan kepalangTapi begitu mengetahui saya msih dalam keadaan setengah ngantuk saat mendengar berita itu,saya-pun segera melenyapkan euforia dari raut muka saya.Saya kira itu hanya khayalan di pagi buta.Ehhh,tak taunya begitu sampai dsekolah saat pelajaran B.Indon,C reza nyeletuk k ane,"wok,indonesia mau jd host Piala Dunia 2018/2022 ya??".Aku-pun kaget dan bergumam di dalam benakku yg paling lubuk "wah,jangan2 saya masih ngantuk denger kata2-nya c reza!??"tapi langsung saja aku nyeletuk "Oh iya!bener2!Hebatlah Indonesia Top!".Jadi keadaan saya sebelum mendengar kata2-nya c reza adalah adalah ada di persimpangan 2 dunia,yaitu dunia bawah sadar dan dunia sadar malas.Hihihi!Tapi terlepas dari perdebatan saya itu tukang ngantuk atau tukang malas (atau mungkin kedua-duanya),prestasi ini bisa dikatakan sebagai langkah maju dari Indonesia(terlepas dari PSSI yg banyak masalah yaa..),walaupun negara-negara lain seperti Jepang,China,Qatar,Australia,Rusia,Meksiko,serta Duo Spanyol-Potugal,ikut mengajukan diri sebagai host PD 2018/2022 juga,peluang Indonesia bisa dikatakan terbuka lohh!Mengapa ?Itu karena Indonesia punya Mbah Maridjan---gak nyambung dehhh---.EHMMMM!!Maksudnya karena adanya kebijakan dari FIFA mengenai rotasi Tuan Rumah PD berdasarkan benua!Jadi terlepas dari berbagai tetek-bengek masalah di Organisasi PSSI dan Prestasi Timnas yg "naik-turun" kaya harga saham,kita sebagai Warga Indonesia dan pendukung PERSIB,sudah seharusnya mendukung sepenuhnya inisiatif yg baik dari Indonesia ini.Mari kita membuat sejarah bagi perjalanan bangsa ini,janganlah pesimis klo Indonesia g bakal bisa menggelar Event Se-akbar ini.Tohh..masih sekitar 9-13 tahun lagi,masih banyak waktu untuk memperbaiki semua hal dan masalah.Semoga Indonesia diterima FIFA sebagai Tuan rumah PD tahun 2018 atau 2022 pada pengumuman bulan Desember 2010 mendatang dan Allah SWT jga Meridhainya.Amin!
Yahahaha! Agak sedikit gembira saya saat ini.Soalnya blog saya yg simple ini sudah kedatangan salju-salju yg berguguran!Lohhhhhh! Maksudnya "Salju" yg berjatuhan.Yapp! Jika anda-anda(terutama teman2 saya yg sering k blog saya!) cukup teliti,blog saya ini sudah ganti template dan yg membuat saya lebih terkesan adalah adanya efek salju yg jatuh di display blog saya ini.Tetapi karena ukurannya yg kecil,salju-salju saya ini malah lebih pantas disebut "Efek Ketombe yang Berjatuhan !".Tapi kembali kepada perspektif masing2 orang,saya tidak keberatan bila efek ini disebut salju,ketombe,atau apapun.Pokoknya seenak-enak perut anda lah!!Hehehe.

Ngga tau knapa aku jadi pingin nge-posting soal Laura Basuki .Yap!artis wanita pendatang baru itu,yang main di film "Gara-Gara Bola".Aku kali ini cuma pengen ngungkapin tentang pandangan aku terhadap artis yg satu ini.Seumur-umur aku gak pernah tertarik atau mengidolakan seorang artis.Yang aku idolakan paling hanya tokoh-tokoh dunia atau pengusaha terkenal.
Oke! akhirnya nih blog resmi dluncurkan setelah mengalami masa percobaan selama 3 hari
Inilah grand launching blog saya untuk pertama kalinya
Disinilah bapak-bapak lagi ibu-ibu,mba-mba dan mas-mas para perjaka dan perawan bisa melihat-lihat profile saya...hohoho